Friday, August 23, 2019

Hadiah Terindah


Disebuah rumah sakit ada seorang ibu yang sakit keras dan dia sudah lama dirawat di rumah sakit itu. Tidak ada perkembangan yang berarti selama dalam masa perawatan di rumah sakit tersebut.

Keluarganya yang sangat sibuk, tidak bisa selalu menemani sang ibu yang sedang dirawat, sampai pada suatu hari ada seorang perawat baru yang ditugaskan untuk menggantikan perawat yang lama karena perawat yang lama harus cuti.

Sang perawat setiap pagi masuk membersihkan kamar dan mengecek kondisi pasien tersebut. Sambil bercerita tentang indahnya pemandangan di hari itu, selain itu dia juga sering bercerita tentang hal hal baik yang dia alami hari ini, walaupun dia tau si pasien belum bisa merespon apa yang di ceritakan nya.

Hari pun terus berganti, sudah dua minggu si pasien dirawat oleh perawat baru tersebut. Sebuah keajaiban terjadi, dari pemeriksaan dokter si pasien mengalami banyak peningkatan yang drastis.

Mengetahui itu sang perawat terus melakukan kebiasaannya bercerita kepada pasien itu. Tidak terasa dua bulan sudah berlalu dan sang pasien akhirnya mulai bisa merespon apa yang di ceritakan oleh sang perawat. Seluruh keluarga pasien tersebut sangatlah gembira karena sang ibu mulai menunjukan progres kesembuhannya.

Dokter pun mengatakan kalau terus seperti ini maka tidak lama lagi pasien akan diperkenankan untuk pulang. Sampai akhirnya sang ibu diperkenankan untuk pulang karena sudah sembuh dari sakit yang di deritanya.

Sang ibu sangat berterima kasih pada perawat yang merawatnya selama ini. Dia pun bercerita bahwa perawat itulah yang membuatnya bersemangat untuk bisa sembuh, membuatnya mampu untuk melawan rasa sakit yang dialaminya.

Terkadang tidak hanya harta yang membuat kita bahagia tetapi perhatian yang tulus bisa memberi hadiah terindah bagi seseorang yang sedang mengalami kesusahan.

Seperti saudara saudara kita yang sedang mengalami musibah, memang mereka butuh bantuan materiil tetapi akan sangat membantu lagi kalau kita bisa memberikan bantuan moril sehingga mereka tidak merasa sendiri, ada orang orang yang memperhatikan mereka dengan tulus dan berharap agar mereka bisa bangkit lagi dari musibah yang menimpa mereka.

Negative Thinking dan Pikiran Bawah Sadar


Kali ini pembahasannya agak berat dikit ya... , Saya akan membahas tentang pikiran bawah sadar.
Bagi yang belum kenal dengan pikiran bawah sadar sebaiknya anda mulai mengenalinya karena pikiran ini sebenarnya sangatlah dekat dengan anda dan ada selama anda hidup.

Pikiran bawah sadar adalah bagian dari otak kita yang memberikan perintah tidak sadar (auto pilot). Pikiran sadar bekerja saat anda aktif bertindak (sadar) seperti berpikir, melihat, berbicara, mendengar, atau melakukan aktivitas lain, dan akan beristirahat ketika anda tidur. Sementara itu, pikiran bawah sadar bekerja setiap saat. Pikiran ini merekam atau mengingat semua hal yang anda lakukan. Misal saat anda menyentuh api yang panas, maka informasi bahwa api panas itu akan terekam dipikiran bawah sadar, lalu saat anda berfikir bahwa menulis adalah satu hal yang sulit, maka itu pulalah yang akan terekam pada bawah sadar anda.

Dari fungsinya tersebut pikiran bawah sadar mempengaruhi pola pikir, kreativitas, kepribadian, keyakinan, persepsi dan fungsi organ-organ tubuh. Ada hal dan fakta yang membuat saya merasa aneh, geli dan juga merasa ini adalah hal yang sadis. Bawah sadar lebih menyukai atau merespon hal negatif. Saat kita berusaha mengarahkan pikiran sadar kita pada hal positif, seketika itu juga bawah sadar akan dipenuhi oleh pemikiran negatif.

Itulah mengapa kabar hoax akan lebih cepat menyebar dari pada fakta yang ada, hal yang buruk akan lebih cepat disebarkan dari pada hal yang baik. Seperti yang sedang terjadi di negara kita saat ini.
Oleh karenanya, kita harus selalu memberikan pemikiran positif agar bawah sadar tidak kembali ke kecenderungan nya untuk merespon hal negatif.

Bisa jadi pada setiap agama tentang setan yang bersemayam dalam diri anak Adam, yang selalu berjalan mengikuti aliran darah manusia, berasal dari kecenderungan pikiran bawah sadar yang cepat merespon dan cenderung menerima hal-hal yang negatif.

Dalam Islam atau agama langit lainnya ada ritual yang harus dilakukan agar setan dalam diri ini bisa terkendali, jika dalam Islam sendiri ada Zikir, Doa, Sholat, Tafakur, Bersahabat dengan orang Shalih, Qanaah, Berserah Diri, Membaca Quran, beserta memahami maknanya, menjauhi hal yang sia-sia adalah diantara metode pengkondisian agar bawah sadar tetap stabil dan lebih cenderung pada kebaikan dan kebenaran sejati.

Walaupun begitu kadang kita pun masih dikuasai oleh bawah sadar kita, menjadi mengila dengan ego dan pemikiran tentang kebenaran sendiri, tanpa peduli bahwa akan menimbulkan dampak buruk bagi orang lain.

Tetapi setelah anda mengetahui alurnya dan bisa mengkondisikan hal tersebut, terserah anda mau ngikut yang mana. Mau mengikuti hal yang baik atau mengikuti kecendrungan bawah sadar kita.
Terus belajar, belajar pengendalian diri itu untuk selamanya, sampai anda nanti mati...

Karena apa...
"Setan" dalam pikiran anda perlu dikendalikan atau jika tidak maka dia yang akan mengendalikan anda.
Well... life must go on, hadapi, nikmati dan kita harus sama-sama saling mengingatkan tentang hal yang baik dan buruk.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk rekan-rekan semua, terima kasih.

Apa yang Kita Dengar adalah Apa yang Kita Pikirkan


Pada suatu hari seorang guru menugaskan kepada kedua muridnya untuk melakukan penelitian disebuah rumah sakit yang sangat terkenal di kota itu. Mereka diberikan waktu satu minggu untuk merangkum hasil penelitian itu dan disampaikan dalam sebuah pertemuan.


Setelah satu minggu berlalu, mereka berkumpul di sebuah ruangan kelas. Sang guru mempersilahkan murid pertama untuk menyampaikan apa yang dia dapatkan selama satu minggu ini.

"Menurut saya rumah sakit itu sangatlah bagus dan sesuai dengan apa yang masyarakat pikirkan selama ini, karena menurut data yang saya dapatkan dari bagian administrasi, setiap harinya banyak pasien yang pulang karena sudah sembuh dari penyakit yang mereka derita."

Dengan sangat menggebu-gebu murid pertama menceritakan apa yang dia dapatkan dari bagian administrasi rumah sakit, sang guru hanya tersenyum dan diam, lalu dia mempersilahkan murid kedua untuk menyampaikan apa yang dia dapatkan dari penelitiannya.
"Rumah sakit itu sangatlah jelek dan tidak bermutu !"
"Dari data yang saya kumpulkan di bagian kamar jenazah, sangat banyak pasien yang tidak tertolong dan akhirnya meninggal. Ini sangatlah berbeda dengan apa yang masyarakat lihat selama ini, ternyata rumah sakit itu sangat tidak berkwalitas."
Rupanya murid kedua ini mengambil data dari bagian lain dan hasil yang didapatkan sangatlah bertolak belakang dengan apa yang didapatkan oleh murid pertama.
Sang guru pun lalu menjelaskan bahwa hasil yang mereka dapatkan tidak ada yang benar dan tidak adapula yang salah, karena mereka mempunyai sudut pandang yang berbeda saat pengambilan data.
Kesimpulannya adalah setiap peristiwa jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda akan mendapatkan kesimpulan yang berbeda juga. Apa yang kita dengar akan mempengaruhi cara berpikir kita akan sebuah masalah atau sebuah peristiwa.
Contohnya saat setiap hari apa yang kita dengar dan kita lihat adalah berita kriminal maka kita akan berpikir bahwa ternyata banyak kejahatan disekitar kita, sehingga kita menjadi orang yang selalu curiga dengan orang lain dan cenderung penakut.
Nah..kini saatnya anda mulai memilah apa yang anda dengar dan lihat karena ini akan berpengaruh dengan cara berpikir anda, sesungguhnya dunia ini sangat indah jika kita selalu berprasangka baik dan berpikiran positif.
Salam damai dan sejahtera kawan, terima kasih sudah berkunjung di blog saya ini.

Apa yang Membuat Gedung Pencakar Langit dan Jalan Layang Berdiri Kokoh?


Saat berjalan-jalan di kota besar seperti Jakarta banyak kita lihat gedung pencakar langit yang tinggi menjulang, terlihat begitu megah dan kokoh berdiri.

Hal ini juga sama dengan proyek pembangunan jalan flyover yang ada di Semarang, saat sudah jadi terlihat sangat luar biasa megah dan terlihat kokoh.

Tetapi begitu kita lihat kebelakang, beberapa bulan atau beberapa tahun sebelumnya saat proyek pengerjaannya sangatlah berbanding terbalik. Banyak alat berat yang lalu lalang, menghancurkan lokasi yang akan di bangun menjadi sebuah bidang tanah kosong, mengeruk tanah dengan alat berat, melakukan pengecoran di sana sini, terlihat sangat kacau dan bisa dikatakan moment tersebut adalah titik terendah dari pembangunan dengan tujuan membangun sebuah pondasi yang kuat dan kokoh.

Begitu juga bila saat ini anda berada di suatu titik terendah dalam kehidupan anda, janganlah anda bimbang atau khawatir karena mungkin ALLAH sedang menata pondasi anda agar bisa lebih kuat lagi dalam menjalani hidup ini atau mungkin akan di angkat derajatnya oleh ALLAH menjadi seseorang yang lebih tangguh dalam ke imanan dan ketakwaan.

Sungguh luar biasa kan... Terkadang kita tidak menyadari ini dan hanya mengeluh, bersedih dan berputus asa.

Ayo bangkitlah menjadi orang yang luar biasa, jangan terpuruk hanya karena anda sedang dalam titik terendah dalam hidup anda. Kuncinya tetap sabar dan tawakal insyaallah pasti akan ada jalan yang terbaik yang telah ALLAH siapkan untuk anda kedepannya.

Thursday, August 22, 2019

Leadership Character


Harus kita akui, jadi leader tuh beneran gak gampang.
Ada tanggung jawab besar yang mesti diemban.
Ada beban berat yang mesti dipikul.
Ada tumpukan persoalan yang dipecahkan.
...dan masih banyak lagi.
Masalahnya, semua diantara kita adalah seorang leader, minimal bagi diri sendiri dan keluarga. Bener, ya?
Terlebih, kalau misalkan kita mendapat amanah besar untuk jadi leader di perusahaan atau negara. Beeeuh... Berat! Sungguh berat. Seriusan...
Tak heran, di zaman dulu, para sahabat dan orang-orang sholeh seringkali menghindar, menolak, dan merasa keberatan ketika ditunjuk menjadi seorang pemimpin. Kenapa?
Karena memang merasa tidak layak, tidak pantas, dan tidak sanggup mengemban amanah yang harus diemban. Berat!
Berbeda dengan zaman sekarang, orang malah berlomba-lomba pengen jadi pemimpin. Malah, pada mencalonkan dirinya sendiri. Parahnya, seringkali mereka menghalalkan segala cara agar bisa menang. (Lho, kok jadi nyerempet ke Politik, sih?) #gagalfokus
Rasulullah bersabda: “Wahai Abdurrahman bin Samurah! Jangan kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepadamu karena diminta, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian. Dan jika kepemimpinan itu diberikan kepadamu bukan karena diminta, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Udah ah, mending ngomongin hal yang ringan-ringan aja ya. Hehe...
Jadi kemarin, Saya nonton film di bioskop baren istri dan anak. Maklum, "sufi" (suka film). Tiap minggu Saya hampir selalu nonton. Nyari ide buat bisnis dan nulis.
Nah, bagi Saya pribadi (dan istri), film kemarin terbilang sangat keren. Kenapa? Selain memberikan banyak insight berharga, juga setiap scene di film tersebut bener-bener berfaedah dan gak ada adegan "begituan" nya. Cucok, lah!
Hampir semua pemain di film ini adalah cowok, kecuali 2 orang saja (cewek). Sisanya, laki-laki semua. Seingat Saya begitu. Cek aja deh entar ya.
Film yang dimaksud adalah HUNTER KILLER. Saran Saya, tonton deh!
Ada banyak pelajaran berharga buat Saya saat nonton film tersebut, khususnya perihal LEADERSHIP (kepemimpinan).
Ya, tokoh-tokoh di film inimemberikan pesan leadership yang luar biasa. Minimal, Saya dapatkan dari 3 sosok penting, yakni Kapten Joe Glass (Gerard Butler), Letnan Bill Beaman (Toby Stephens), dan Kapten Sergei Andropov (Michael Nyqvist). Yuk kita bahas...
(Warning! Kalau emang gak mau spoiler, jangan coba-coba baca. Hehehe)
Apa aja pelajarannya?
Pertama, TANGGUNG JAWAB PENUH.
Seingat Saya, Kapten Glass sebenarnya bukanlah seorang Kapten. Saya lupa nama/sebutannya apa, tapi saat ia ditunjuk oleh Amerika untuk menyelidiki hilangnya kapal selam Amerika, plus misi tambahan untuk menyelamatkan presiden Rusia dari kudeta, ia tak dipercaya oleh hampir semua awak kapalnya.
Semua orang ragu.
Semua orang tertawa.
Semua orang seakan meremehkan.
Tapi apa respon Kapten Glass?
Dengan penuh percaya diri dan penuh karismatik, ia ambil pengeras suara dan mengumumkan kepada seluruh awak kapal bahwa ia adalah pemimpin di kapal selam tersebut.
Sampai-sampai dia bilang ke XO, salah satu awak kapalnya, "Your job is my responsibility...". Beeeeuh, Ini keren!
"Gawean mu kui tanggung jawab ku" jare ne wong jowo. Hehe
Kerjaan kalian adalah tanggung jawabku.
Nasib kalian adalah tanggung jawabku.
Begitupun kita di perusahaan...
Semua orang yang ada di perusahaan kita, ya tanggung jawab kita.
Walaupun bisa jadi mereka awalnya meremehkan dan mempertanyakan keberadaan kita, tapi ketika sudah ditunjuk jadi leader di perusahaan, ya mau gak mau semua anah buah kita adalah tanggung jawab kita.
Kalau mereka salah, ya salah kita.
Kalau mereka goblok, ya goblokan kita.
Kalau mereka bego, ya begoan kita.
"Lho, kok Saya yang salah?"
"Lho, kok Saya yang goblok?"
"Lho, kok Saya yang bego?"
Ya salah, karena kamu gak bisa memastikan kerjaan dia bener.
Ya goblok, karena kamu gak bisa memastikan dia bener-bener pinter.
Ya bego, karena kamu gak bisa memastikan dia jadi orang hebat.
Semuanya tanggung jawab kita. 100%.
"Iya, tapi kan salah dia, lah..."
Lha, jelas salah kamu! Kenapa rekrut tim kaya dia. PLAKKK!!!
Pesan mengenai tanggung jawab ini tak hanya diberikan oleh Kapten Glass, tapi juga oleh Letnan Bill Beaman (Toby Stephens). Bayangkan aja, disaat dia sudah berhasil membawa presiden ke kapal selam jemputan Amerika, dia malah memutuskan tidak ikut bersama. Lantas dia kemana? Eh, ternyata dia balik lagi untuk menjemput seorang prajurit lainnya yang masih di darat.
Pertanyaannya, kenapa dia balik lagi?
Jelas, karena dia punya tanggung jawab.
Tanggung jawab atas bawahannya.
Dia berkomitmen dengan ucapannya sendiri. Sebelum Bill Beaman meninggalkan Martinelli (Zane Holtz) yang kakinya pincang karena tertembak, ia berkata, "Kalau nanti Saya masih hidup, Saya akan kembali menjemputmu...".
Waiki! Top banget, dah...
Komitmen dengan ucapan.
Tanggung jawab pada bawahan.
Jarang-jarang ada orang sepeduli dan setanggung jawab leader kaya dia.
Yang sering kita temukan adalah sosok leader yang naik ke atas dengan menginjak orang lain. Mereka menjadi hebat karena pengakuan dirinya sendiri, bukan kontribusi dari bawahan.
Pas sukses, ini karena kehebatan Saya...
Pas gagal, ini timnya yang goblok!
Lha iki piye?
Gak masuk kategori leader level 5 versi Jim Collins di bukunya yang "Good to Great". Seharusnya kalau leader yang keren itu begini:
Pas sukses, ini karena kehebatan tim...
Pas gagal, ini murni kesalahan Saya...
Waini! Catat baik-baik. ✍️
Seperti petuah Coach Imam Elfahmi, "Isyarat terbaik dari seorang pemimpin adalah tanggung jawabnya. Ekspresi terbaik dari seorang pemimpin adalah kemenangannya...".
Kedua, BERANI AMBIL RISIKO.
Banyak risiko yang diambil oleh Kapten Glass di film ini, salah satunya keputusan untuk menyelamatkan dan memperlakukan baik Kapten Andropov yang notabene adalah seorang musuh (kapten kapal selam Rusia yang selamat).
Dan gak cuma itu, risiko besar pun diambil saat Kapten Glass menerobos perairan Rusia yang dipenuhi ranjau, sensor suara, dan pasukan Rusia lainnya.
Semua crew kapal panik, karena mereka benar-benar dalam kondisi terjepit dan siap-siap mati. Tapi, Kapten Glass mengambil tindakan yang berisiko dan sangat berani. Sampai-sampai, dia bicara keras pada awak kapal tersebut "Jika kamu tak mampu, lebih baik kamu diam!"
Boso jowo ne, "Yen ora ngerti, ora usah cangkeman!" 
Ini crazy! Bener-bener gila...
Tapi itulah karakter seorang leader.
Harus gila. Harus berani.
Berani hadapi rintangan.
Berani hadapi tantangan.
Berani ambil keputusan besar.
Begitupun dalam bisnis...
Terkadang kita akan dihadapkan dengan situasi mendesak dan terjepit untuk mengambil keputusan besar.
Keputusan untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.
Keputusan untuk mengembalikan cashflow perusahaan dari kerugian.
Keputusan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan pesaing.
...dan masih banyak lagi.
Biasanya, saat kita melakukannya, orang-orang di perusahaan gak akan mikir sejauh kita. Mereka menganggap kita gila. Kenapa? Karena mereka berpikir sesuai prosedur, flow, dan SOP perusahaan.
Padahal, dalam kondisi kepepet, keberanian melakukan hal-hal beda itu diperlukan. Berisiko, pasti.
Tapi ingat, dibalik risiko besar, ada rezeki besar. Risk = Rizq.
Bawahan kita hanya akan tersadar ketika melihat hasil keputusannya yang benar dan memajukan perusahaan. Sama seperti ketika Kapten Glass ngomong ke XO, "Jadi, kamu pilih mana, Benar atau Selamat?". Maksudnya?
Benar = ngikutin prosedur dan mundur, tapi kapal selam bakar kena torpedo dan semua awak kapal bakal mati.
Selamat = berani ambil risiko besar dan terus maju, tapi seluruh awak akal berpotensi selamat dan tetap hidup.
Kebayang ya? Catat poin pentingnya...
Ketiga, JANGAN KEHILANGAN HARAPAN.
Ada percakapan menarik pada saat Kapten Glass bertanya pada XO, "Kamu takut?". Lantas, XO menjawab, "Anda harus tegar, pak. Biar kami saja takut."
Ah, ini keren! Inilah yang seharusnya terjadi di perusahaan...
Seorang bawahan bisa saja tak mampu dan tak kuat menghadapi fakta brutal perusahaan, misalkan:
Profit yang minus.
Cashflow yang ancur.
Stok yang numpuk.
Kompetitor yang kampret.
...dan fakta-fakta brutal lainnya.
Tapi leader gak boleh takut dan gak boleh kehilangan keyakinan. Haram hukumnya!
Harus yakin pasti menang.
Harus yakin pasti unggul.
Harus yakin pasti tumbuh.
Harus. Wajib. Titik. Tanpa koma!
Lagi-lagi, ini seperti yang dibahas tuntas di buku "Good to Great" nya Jim Collins, bahwa karakter perusahaan yang memenuhi kriteria Great dengan pertumbuhan perusahaan yang eksponensial salah satunya adalah SIAP MENGHADAPI FAKTA BRUTAL (KERAS) TANPA KEHILANGAN KEYAKINAN.
Puncaknya, di scene terakhir, saat mereka selamat dari serangan torpedo yang diluncurkan Durov (Mikhail Gorevoy), kapten Andropov bertanya kepada Glass, "Darimana kamu tahu?". Maksudnya, darimana dia tahu bahwa dia harus menahan (hold) tembakan sampe hitungan terakhir. Tebak, apa jawaban Kapten Glass?
"I don't know. I hope.."
Ya, dia gak tahu. Dia cuma berharap aja.
Dan akhirnya, pasukan-pasukan muda Rusia yang pernah dilatih oleh Kapten Andropov pun mengarahkan tembakan ke roket yang diluncurkan oleh Durov, sehingga seluruh awal kapal selam Amerika yang udah pasrah tak berdaya, bisa selamat dan akhirnya menang. Yeee!
Demikian ulasan Saya mengenai film Hunter Killer. Abaikan spoilernya, tulisan ini semata-mata untuk memberikan pelajaran buat kawan-kawan agar bisa menjadi leader yang berkarakter.
Karakter seperti apa?
Bertanggung jawab penuh.
Berani ambil risiko.
Berani hadapi tantangan.
Berani ambil keputusan besar.
Memecahkan segala masalah.
Siap menghadapi fakta brutal.
Yakin seyakin-yakinnya.
Dan tentunya, tidak pernah kehilangan harapan.
Semoga kita semua bisa menjadi pemimpin yang dapat memberikan teladan baik bagi keluarga, perusahaan, dan ummat. Aaamiin...
Saling mendoakan ya! Share...
"Tugas pemimpin adalah mencapai hal-hal yang tidak mungkin, mengubah yang nampaknya tidak mungkin menjadi mungkin..." (Sir Alex Ferguson )